Indonesia dikenal sebagai Negara kepulauan dengan sumber daya alam hayati perairannya yang luar biasa besar. Ironisnya, potensi yang sedemikian besarnya belum dapat dikelola secara optimal. Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKS) adalah salah satu kawasan konservasi yang memiliki potensi tersebut. Banyak di antara tempat-tempat di kawasan tersebut yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi. Dari segi ekologis, keanekaragaman hayati berperan besar bagi ekosistem perairan. Sedangkan dari segi ekonomi, penduduk sekitar menggantungkan hidupnya dari kegiatan di perairan tersebut.
Pemanfaatan sumber daya alam hayati perairan yang dilakukan di TNLKS masih harus ditingkatkan dengan upaya konservasi yang sesuai. Namun demikian, sebelumnya perlu dilakukan pemberitahuan mengenai keadaan ekosistem perairan di kawasan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar turut serta dalam upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan terhadap sumber daya alam perairan di wilayah mereka.
Hal di atas tersebutlah yang melatarbelakangi UKM Uni Konservasi Fauna IPB untuk melakukan pengambilan data dan memberikan pendidikan konservasi pada pulau-pulau yang berpenghuni di TNLKS. Kegiatan berlangsung selama empat hari. Kegiatan untuk tiga hari pertama difokuskan dalam pengambilan data mengenai struktur komunitas (lamun, terumbu karang, benthos, dan ikan) di Pulau Karya. Sedangkan hari terakhir, kegiatan ditutup dengan acara pendidikan konservasi di Sekolah Dasar Negeri 02 Pagi Pulau Panggang yang berlokasi di Pulau Pramuka.
Kegiatan ini diikuti oleh angkatan II sampai dengan angkatan IV UKF yang berjumlah sembilan orang. Banyak kendala yang dihadapi pada kegiatan ini, baik mulai persiapannya sampai saat pelaksanaannya. Beberapa kali pula konsep kegiatan berubah sampai dengan pelaksanaannya. Kebersamaan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan yang tinggi merupakan kunci suksesnya kegiatan ini. Semua pelaksana kegiatan saling membantu satu sama lainnya. Berbagai permasalahan disikapi dengan kepala dingin dan pemikiran yang membangun. Segala emosi di lapangan hilang begitu saja seiring dengan munculnya rasa kekeluargaan yang tinggi. Banyak pesan moral yang dapat kita ambil dari kegiatan ini. Tujuan dari semua kegiatan ini adalah penerapan konservasi yang nyata sehingga perlu kerjasama yang baik dalam pelaksanaannya. Oleh karena itulah dibutuhkan rasa saling percaya sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan yang erat, dan pada akhirnya membangun rasa kekeluargaan yang tinggi untuk bersama dalam melaksanakan konservasi. (Tim Pulo)